s
Kehamilan adalah periode yang penuh dengan perubahan fisik dan emosional bagi seorang wanita. Selama sembilan bulan kehamilan, tubuh ibu hamil mengalami banyak perubahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Artikel ini akan membahas perubahan fisik yang terjadi pada ibu hamil selama trimester pertama, kedua, dan ketiga. Banyak ibu hamil mengalami mual dan muntah, sering disebut sebagai morning sickness, yang dapat terjadi kapan saja sepanjang hari. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon hCG (human chorionic gonadotropin). Kelelahan adalah gejala umum selama trimester pertama karena tubuh ibu bekerja keras untuk mendukung kehamilan, termasuk pembentukan plasenta. Payudara dapat menjadi lebih besar, sensitif, dan lembut akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Areola (daerah di sekitar puting) mungkin menjadi lebih gelap. Sebagian ibu hamil mengalami perubahan kulit seperti kulit lebih berminyak atau munculnya jerawat akibat fluktuasi hormon. Rahim yang mulai membesar menekan kandung kemih, menyebabkan ibu hamil lebih sering buang air kecil. Sebagian ibu hamil mengalami peningkatan produksi air liur, kondisi yang disebut sebagai ptyalism. Perubahan hormon dapat menyebabkan fluktuasi emosi, membuat ibu hamil lebih mudah merasa cemas, sedih, atau bahagia. Pada trimester kedua, perut ibu hamil mulai membesar seiring dengan pertumbuhan janin yang semakin cepat. Ibu hamil biasanya mulai merasakan gerakan janin, yang disebut sebagai quickening, sekitar minggu ke-18 hingga 20. Garis-garis merah atau ungu, yang kemudian memudar menjadi warna perak atau putih, mungkin muncul di perut, payudara, paha, atau bokong. Beberapa ibu hamil mengalami cloasma atau "topeng kehamilan," berupa bercak-bercak gelap pada wajah. Garis gelap vertikal yang disebut linea nigra mungkin muncul di tengah perut. Berat badan ibu hamil mulai meningkat lebih cepat pada trimester kedua. Kenaikan berat badan yang sehat adalah sekitar 0,5 kg hingga 1 kg per minggu. Tekanan dari rahim yang membesar dapat menyebabkan pembuluh darah di kaki membengkak (varises) dan hemoroid (pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus). Ibu hamil mungkin mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit atau mulas akibat relaksasi otot-otot saluran pencernaan yang disebabkan oleh hormon progesteron. Rahim yang membesar dapat menekan diafragma, menyebabkan ibu hamil merasa sesak napas. Pembengkakan atau edema pada kaki, pergelangan kaki, tangan, dan wajah adalah umum pada trimester ketiga karena tubuh menahan lebih banyak cairan. Nyeri punggung bawah umum terjadi karena rahim yang membesar memberikan tekanan lebih pada punggung bawah, serta perubahan postur dan peregangan ligamen. Tekanan rahim pada kandung kemih semakin meningkat, menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat. Payudara terus membesar dan mungkin mulai mengeluarkan kolostrum, cairan kuning kental yang akan menjadi ASI pertama bagi bayi. Kontraksi ini adalah kontraksi ringan dan tidak teratur yang sering disebut sebagai “latihan” untuk persalinan. Mereka biasanya tidak menyakitkan dan tidak teratur. Beberapa ibu hamil mungkin mengalami penurunan berat badan sedikit atau stabilisasi berat badan pada minggu-minggu terakhir kehamilan sebagai persiapan tubuh untuk persalinan. Perubahan fisik selama kehamilan adalah proses alami yang mempersiapkan tubuh ibu untuk pertumbuhan janin dan persalinan. Memahami perubahan ini dapat membantu ibu hamil menghadapinya dengan lebih baik dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau bidan mengenai perubahan apa pun yang dirasakan untuk memastikan kehamilan berjalan sehat dan aman.Ketahui Perubahan Fisik yang Terjadi pada Ibu Hamil dalam Trimester Pertama Kedua dan Ketiga - Bun
Trimester Pertama (0-13 Minggu)
1. Mual dan Muntah
2. Kelelahan
3. Perubahan Payudara
4. Perubahan Kulit
5. Sering Buang Air Kecil
6. Peningkatan Air Liur
7. Perubahan Emosi
Trimester Kedua (14-26 Minggu)
1. Perut Membesar
2. Gerakan Janin
3. Stretch Marks
4. Perubahan Kulit
5. Peningkatan Berat Badan
6. Varises dan Hemoroid
7. Masalah Pencernaan
Trimester Ketiga (27-40 Minggu)
1. Sesak Nafas
2. Pembengkakan
3. Nyeri Punggung
4. Sering Buang Air Kecil
5. Perubahan Payudara
6. Kontraksi Braxton Hicks
7. Penurunan Berat Badan Sedikit