Berapa Kali Harus Berhubungan Seks agar Bisa Hamil?-Bundapedia



Pasangan suami istri kadang-kadang beruntung karena istri mereka dapat hamil hanya dengan berhubungan seks sekali, tetapi ada juga yang membutuhkan berkali-kali untuk hamil.



Jadi, berapa kali pasangan suami istri harus melakukan hubungan seksual agar bisa hamil?

Dengan berapa kali Anda harus berhubungan seks agar dapat hamil?

Frekuensi berhubungan seks juga penting dalam merencanakan kehamilan. Namun, ini tidak berarti bahwa melakukan hubungan seks secara teratur lebih dari satu kali sehari atau setiap hari meningkatkan kemungkinan hamil.

Jumlah frekuensi berhubungan seks yang ideal adalah dua hingga tiga kali seminggu. Untuk pasangan yang ingin memiliki keturunan segera, rentang waktu ini dianggap paling sesuai.

Sebagaimana dilaporkan oleh Times of India, pasangan rata-rata melakukan hubungan seks selama tujuh puluh delapan kali sejak mereka mulai mencoba sampai hasilnya positif.

Diperkirakan hubungan seks ke-78 kali ini akan memakan waktu sekitar 158 hari, atau 6 bulan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 1.194 orangtua kebanyakan berhubungan seks tiga belas kali dalam sebulan untuk mencapai kehamilan, yang berarti sekitar dua hingga tiga kali seminggu.

Waktu yang Baik untuk Berhubungan Seks untuk Menjadi Cepat Hamil

Bagi perempuan, beberapa hari memiliki peluang yang berbeda untuk hamil. Ini karena wanita memiliki siklus hari unik untuk masa subur mereka.

Perempuan menjadi subur beberapa hari sebelum ovulasi dan selama ovulasi itu sendiri. Saat perempuan sedang berada di masa subur, mereka paling mungkin kehamilan saat berhubungan seks. Meningkatkan kemungkinan kehamilan dapat dilakukan dari saat mulai ovulasi hingga ovulasi hari kedua. Masa subur dan ovulasi terjadi di tengah siklus menstruasi. Ovulasi biasanya terjadi di tengah siklus. Untuk lebih jelasnya, anggaplah siklus menstruasi Anda berjumlah 28 hari dan titik tengahnya adalah hari keempat belas dari siklus tersebut, yang berarti ovulasi Anda kemungkinan besar terjadi pada hari keempat belas setelah menstruasi Anda.

Mengetahui masa subur dan ovulasi juga bisa dilakukan dengan cara lain, seperti melihat karakteristik fisik atau menggunakan alat tes ovulasi khusus. Metode ini tidak terbatas pada perhitungan yang disebutkan di atas. Perempuan yang memasuki masa ovulasi biasanya memiliki gairah seksual yang meningkat.

Untuk laki-laki, waktu yang tepat untuk berhubungan seks bukan hanya saat perempuan sedang ovulasi. Laki-laki paling sering mengeluarkan sperma di pagi hari, jadi saat yang tepat untuk berhubungan seks dengan mereka adalah saat mereka sudah mendapatkan istirahat yang cukup.

Posisi Seks untuk Memperbesar Peluang Kehamilan

Ada beberapa posisi tertentu saat berhubungan seks yang dapat membuat sperma lebih dekat ke rahim, yang dipercaya dapat mempercepat perjalanan sperma menuju sel telur untuk dibuahi.

Namun, belum ada penelitian lebih lanjut yang menunjukkan hubungan antara posisi seks dan kemungkinan kehamilan. Namun, tidak ada salahnya mencoba, kan?

Berikut ini adalah beberapa posisi seks yang dapat Anda coba dengan pasangan Anda:

1. Posisi misionari

Posisi ini klasik karena laki-laki di atas dan perempuan di bawah. Dengan cara ini, laki-laki dapat melakukan penetrasi yang lebih dalam dan menjalin keintiman dalam hubungan.

2. Doggy style

Pasangan menjauhi satu sama lain dan terhubung dari belakang dalam posisi doggy style. Meskipun posisi ini mungkin bukan yang paling dekat, gaya ini dianggap memiliki efek yang sama dengan posisi misionaris. Dalam praktik doggy style, penetrasi yang terjadi disebut dapat sedalam dan sedalam yang mungkin didapat dari posisi misionaris.

3. Spooning

Posisi bercinta gaya spooning menghadap arah yang sama. Laki-laki memeluk pasangannya dengan cara yang mirip dengan memegang sendok dari belakang; panggul perempuan harus lebih rendah dari panggul laki-laki. Untuk melakukan penetrasi mendalam di tempat ini, Anda harus perlahan dan halus.

4. Magic mountain

Posisi ini mirip dengan doggy style, tetapi pria membungkuk sehingga punggung wanita berdempetan dengan dada laki-laki. Di tempat ini, perempuan membungkuk dan dapat menstabilkan tubuh bagian atas dengan bantal di bawah kepala. Tempat ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam, mencapai g-spot, dan merangsang klitoris, dan sangat bagus untuk dicoba jika Anda ingin hamil.

5. Glowing triangle

Dalam posisi yang mirip dengan misionaris, wanita berada di bawah pasangannya dengan kaki yang terbuka lebar dan pinggulnya sedikit terangkat, memungkinkan penetrasi yang lebih dalam dan menjaga panggul miring ke atas, yang meningkatkan kemungkinan pembuahan.

Itulah informasi tentang berapa kali Anda harus berhubungan seks agar hamil. Selain itu, jika Anda sedang berusaha untuk hamil, pastikan juga untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat mencegah kehamilan. Masalah frekuensi hubungan seks mungkin bukan penyebab kehamilan yang tak kunjung terjadi; sebaliknya, masalah kesuburan masing-masing pasangan dapat menjadi penyebab kehamilan yang tak kunjung terjadi. Untuk alasan ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rencana hamil. Semoga informasi ini membantu Anda.

Owner By PT. Sahabat Bundapedia

Copyright @2024 Bundapedia

Privacy & Policy

Hubungi Kami