Mengatasi bayi GTM saat diberikan MPASI

Mengatasi bayi GTM saat diberikan MPASI


1. Perhatikan tanda bayi GTM dan mogok makan karena masih kenyang

Bila ia sudah kenyang, Mom bisa tawarkan kembali ia makan di jam lainnya. Jangan paksakan bayi menghabiskan makanan bila ia sudah kenyang. Tanda bayi tidak mau makan lagi atau kenyang adalah dengan menggelengkan kepalanya, menangis, memberontak atau melengkungkan bagian atas badannya ke arah depan saat Mom menyodorkan makanan ke mulutnya.


2. Berikan MPASI setelah menyusui, bukan sebaliknya. Dan berikan jeda waktu diantara jadwal menyusui dan pemberian makan

Sebaiknya Mom memberikan bayi makan setelah menyusui, bukan sebaliknya. Selain untuk mengaktifkan enzim pencernaannya, ini akan membuat bayi tetap ingin menyusui ASI sebagai sumber makanan utamanya(2/3 asupan bayi per hari dari ASI dan 1/3 dari MPASI). Bila bayi makan MPASI terlebih dahulu sebelum menyusu, tentunya ia akan kenyang saat jadwal menyusu tiba dan jadi tidak tertarik lagi dengan ASI.

Selain itu perlu Mom berikan jeda di antara jadwal menyusui dan pemberian makan MPASI agar bayi tidak kenyang saat jadwal makan tiba. Biasanya saya berikan jeda 40-60 menit setelah menyusui baru saya berikan MPASI.

anak soleh


3. Tetap sabar dan jangan pernah sekali-sekali memaksakan bayi makan untuk menghindari trauma 

Seringkali bayi dipaksakan makan banyak dengan porsi besar dan harus habis tanpa peduli bagaimana caranya dan berapa lama waktu makannya. Mulai dari membujuk dengan cara halus, memberikan reward hingga memaksakan makan dengan cara diktator menjejalkan makanan ke mulut bayi tanpa peduli tangisan keras dan mood bayi saat itu. Tentunya ini sangat salah ya Mom. 

Dalam memberikan makan, bukan cuma porsinya yang harus Mom perhatikan, tapi juga kandungan gizi di dalamnya. Dalam 1 porsi makan, harus mengandung 35 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani, 10 persen protein nabati dari kacang-kacangan dan 25 persen sayuran dan buah-buahan. 

Tanamkan di pikiran Mom, bayi yang sehat bukanlah bayi yang gendut dan harus banyak makan. Selama berat badan menurut usia bayi Mom menunjuk pada kurva normal di garis KMS dan DSA menyatakan bayi Mom sehat dan tidak kekurangan gizi, Mom tidak perlu terpaku bayi harus gendut agar yakin bayi Mom sehat. Tidak selalu bayi sehat itu identik dengan bayi yang gemuk. 

Mengatasi bayi GTM memang membutuhkan kesabaran ekstra. Tetaplah tenang dan jangan pernah sekalipun memaksakan bayi makan apalagi sampai memarahinya karena hanya akan membuatnya semakin tidak mau membuka mulut, rewel hingga trauma setiap kali Mom menyodorkan sendok ke mulutnya. Mom bisa coba menawarkan lagi makanannya di jam lainnya atau tawarkan menu lainnya. 

anak soleh


4. Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit

Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit, karena lebih dari itu berarti bayi sudah tertarik dengan makanan atau mungkin ia belum lapar. Habis tidak habis makanannya sebaiknya Mom stop menyodorkannya makanan karena pemberian makan sudah tidak efektif. Latih bayi untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.


5. Berikan makan dengan porsi kecil dan frekuensi yang lebih sering serta padatkan nutrisinya

Mengatasi GTM atau mogok makan juga bisa dengan memberikan bayi makan dengan porsi kecil dan dalam frekuensi yang lebih sering daripada menjejalinya makanan dalam satu porsi besar dan wajib habis. Buatlah juga nutrisinya lebih padat dan berikan lemak tambahan agar walaupun bayi tidak begitu lahap makan, nutrisi yang ia dapat tidak berkurang.


6. Perhatikan mood bayi saat makan. Berikan bayi MPASI saat moodnya sedang senang dan tidak lelah, rewel atau mengantuk

Mom perlu menerapkan responsive feeding, yaitu makan dengan memperhatikan kondisi mood bayi. Berikan bayi MPASI saat moodnya sedang senang dan tidak lelah, rewel atau mengantuk.

Bila ia sudah GTM dan mogok makan disertai tangisan, memberontak, makan dengan malas-malasan dan geleng-geleng kepala, sebaiknya Mom hentikan pemberian makan dan lanjutkan di jam yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.