Bagaimana cara mengatasi perilaku anak cengeng?

Bagaimana cara mengatasi perilaku Anak Cengeng?

Emosi, perasaan, dan maksud tangisan anak memang sulit ditebak. Anda harus sabar-sabar dan berlatih menerapkan beberapa cara berikut ini.

 

Jangan sepelekan masalah karakter Anak Cengeng

Seperti yang telah disinggung di atas, anak cengeng itu wajar, terlebih ketika ia masih berumur di bawah 2 tahun. Biasanya anak belum bisa atau sulit menjelaskan apa yang membuat mereka menangis. Namun, bila anak sudah cukup besar, seperti usia sekolah misalnya, perilaku anak ini akan membuat orang lain terganggu. Tak jarang, ia akan mudah dicap sebagai anak cengeng.

 

Penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab anak cengeng. Karena pada dasarnya cengeng bisa disebabkan karena beberapa hal umum. Salah satunya karena anak Anda memang memiliki perasaan yang sensitif atau pola asuh Anda terhadap anak memang berbeda dan kurang tepat.

 

Bila Anda sering memanjakan anak, ia bisa tumbuh menjadi anak cengeng. Ini pun akan berdampak pada kegiatan sosialisasi anak dengan pergaulannya. Tak jarang juga ditemukan bahwa anak cengeng itu cenderung tidak percaya diri, malu, takut, dan merasa ragu dengan kemampuannya sendiri. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi para orangtua untuk bisa mengatasi sikap anak yang cengeng.

 

Ada baiknya orangtua tidak menyepelekan masalah-masalah ini. Dikhawatirkan, anak nantinya akan punya banyak hambatan untuk berkembang dan bergaul di dunia luar ataupun masa depannya.

 

  1. Bantu perkembangan kecerdasan emosional anak

Sudah sepatutnya orangtua bisa dengan baik mengenali sikap anaknya. Di sini Anda diharapkan untuk mengetahui dan mengembangkan kecerdasan emosional anak sebaik mungkin. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan mengelola perasaannya sendiri serta perasaan orang lain.

Baca juga : Cara Mendidik Anak Nakal

Anak dengan kecerdasan emosional biasanya tahu hal-hal apa saja yang disukainya dan yang tidak disukai. Maka kalau ada sesuatu yang membuatnya resah, ia bisa mengomunikasikan perasaan tersebut dengan baik pada orangtuanya, bukannya lewat tangisan.

 

  1. Jangan terbawa emosi

Terkadang para orangtua akan marah, emosi dan kesal melihat anaknya terus menerus menangis. Hal ini harus dihindari, karena reaksi orangtua ini akan disalahartikan oleh anak. Anak bisa saja mengira ini sebuah ancaman dan tanda bahwa orangtuanya tidak menyayangi anak.

 

Anda perlu menenangkan diri Anda secepat mungkin, lalu berpikir cepat untuk menenangkan anak. Setelahnya, sejajarkan posisi mata anak dengan mata Anda, pegang tubuhnya dengan tegas tapi tidak kasar. Bila anak Anda menangis, tanyakan dengan lembut, apa yang membuat ia menangis dan apa keinginannya. Ini membutuhkan waktu lama untuk membuat anak menjawab dan tidak menangis lagi. Lakukan perlahan hingga anak berhenti menangis dan mau menjawab. Dibutuhkan kesabaran bagi para orangtua untuk melakukan langkah ini.

 

  1. Tidak perlu bereaksi berlebihan

Ketika anak menangis sampai meraung-raung, orangtua mungkin jadi panik dan langsung bereaksi secara berlebihan. Misalnya dengan bilang, “Aduh, kamu kenapa? Siapa yang nakalin kamu? Ada yang usil, ya?” atau langsung membelikan anak barang yang ia inginkan. Selain tidak akan membuat tangisan anak berhenti, anak justru melihat bahwa menangis adalah senjata yang ampuh untuk menarik perhatian orangtua dan mendapatkan apa yang ia mau.

 

Lalu orangtua harus melakukan apa? Anda bisa perlahan coba katakan, “Adik, kalau kamu menangis Ayah/ Ibu nggak bisa dengar kamu mau apa,” atau, “Ayo, stop dulu tangisannya, baru cerita apa yang bikin perasaanmu nggak enak.”

 

Cobalah bersikap netral ketika anak sedang bersikap cengeng. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa cara untuk mendapatkan perhatian orangtua dan apa yang ia mau adalah dengan bicara baik-baik dan jelas, bukan lewat menangis.

 

  1. Coba mulai tingkatkan sosialisasi anak

Cengeng belum tentu selalu disebabkan karena anak manja. Ketika anak cengeng, bisa saja disebabkan karena kepercayaan dirinya saat bergaul atau bermain bersama temannya kurang. Tak ayal, mereka akan mencoba menangis atau merengek sebagai tanda “minta tolong” pada Anda, atas masalah yang sedang dihadapinya ini.

 

Untuk mengatasinya, coba Anda temani saat ia bermain bersama temannya. Tidak perlu sepanjang hari, cukup di saat-saat awal ia bermain, perkenalkan dengan teman-temannya, dan saat ia mulai mencari Anda karena rasa tidak percaya diri yang tiba-tiba muncul saat sedang main.

 

  1. Ajari anak untuk meluapkan emosinya dengan sehat

Tidak semua penyebab anak cengeng disebabkan karena karakter anak yang sensitif dan pemalu. Ini hanya masalah bagaimana Anda mengajak dan mengajari anak untuk lebih terbuka dengan dunia luar.

 

Alternatifnya, Anda bisa mengajarkan anak untuk meluapkan emosi dengan melakukan aktivitas kesenian seperti menggambar dan menyanyi atau melakukan olahraga yang ia suka. Penting juga untuk mengingat bahwa tidak semua anak itu sama, karakter setiap anak berbeda-beda. Maka, terus cari tahu kegiatan apa yang disukai anak untuk meluapkan emosinya.

 

Jika anda menginginkan lebih banyak lagi tips dan ilmu mendidik anak mari ikut Kelas Online Parenting Islami, disana bunda akan mendapatkan banyak sekali ilmu tentang mendidik anak dan cara mengatasi masalaha masalah pada anak yang mungkin bunda belum tau Tips dan Triknya, Buruan Klik Link berikut Untuk mendapatkan Ilmu Lebih Lanjutnya Link Pendaftaran

Paling Banyak dicari:

  • mengatasi anak cengeng dalam islam
  • cara mengatasi anak cengeng menurut islam
  • anak cengeng dalam islam
  • anak tk cengeng
  • cara mengatasi anak cengeng dlm prgaulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.