Cara Mengajari Anak Membaca

https://bundapedia.id/wp-content/uploads/2018/08/cara-Mengajarkan-Membaca-.jpgCara Mengajari Anak Membaca Dengan Cepat dan Mudah – Setiap orangtua pastinya berharap agar anak mereka yang masih kecil atau masih di taman kanak-kanak bisa cepat membaca dengan lancar, karena ketika anak sudah bisa membaca tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orangtua, selain itu hal ini juga bisa menjadi nilai plus supaya bisa diterima di sekolah favorit, karena saat ini beberapa sekolah dasar ada yang mewajibkan para calon siswanya untuk sudah bisa membaca dan menulis, Untuk itu kita sebagai orang tua harslah tahu bagainaba Cara Mengajari Anak Membaca.

“bunda ingin tahu cara mendidik anak agar tidak malas belajar??, Kami punya solusinya loh. Yuk ituti Kelas Online Parenting Bundapedia, Caranya Klik Link Berikut

 

Namun mengajari anak membaca bukanlah hal yang mudah dilakukan, para orangtua harus mempunyai kesabaran ekstra saat melakukannya, apalagi jika anak kita adalah tipe anak hiperaktif tentu akan butuh tenaga dan kesabaran yang lebih lagi. Karena ketika orangtua tidak memiliki kesabaran tentu ini akan bisa merusak mood anak dan yang ada sang anak malah akan sulit atau bahkan tidak mau untuk diajak belajar.

 

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Orangtua Dalam Mengajari Anak Membaca

 

 

Dunia anak-anak adalah dunianya bermain, jadi orangtua harus bisa menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua dalam mengajari anak membaca supaya proses belajar bisa berjalan dengan lancar dan terasa menyenangkan bagi anak, setidaknya orangtua harus memahami kedelapan hal berikut :

 

  1. Mengharapkan atau Memaksa Anak Supaya Cepat Bisa Membaca

 

Seperti sudah saya singgung diatas bahwa mengajari anak membaca memerlukan kesabaran ekstra dan tidak bisa dilakukan secara instan, semuanya butuh proses. Jadi usahakan jangan terlalu memaksakan kehendak supaya anak bisa cepat membaca, jangan pula membanding-bandingkan anak dengan mereka yang sudah bisa membaca, karena setiap anak punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing, ikuti saja alurnya.

 

 

Yang terpenting dan harus dipikirkan oleh para orangtua adalah bagaimana caranya proses belajar ini bisa terasa menyenangkan bagi anak dan anak tidak cepat bosan. Sesuatu yang menyenangkan bagi anak biasanya akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh anak. Hindari pula untuk terlalu sering memberi tes, karena hal ini bisa saja membuat anak menjadi cepat pusing dan kehilangan mood.

 

  1. Kaku Dan Tegang Saat Mengajari Anak Membaca

 

Dalam mengajari anak membaca orangtua harus bisa rileks dan santai jangan terlalu kaku atau tegang. Jika kondisi sedang tidak mendukung, akan lebih baik kegiatan belajarnya ditunda terlebih dahulu sampai suasananya mendukung, baru setelah itu dilanjutkan.

 

  1. Mengajari Anak Dengan Abjad Rumit

 

Dalam mengajari anak membaca hindarilah penggunaan abjad yang rumit, karena ini akan membuat anak berpikir lebih keras dan yang ada malah cepat bosan nantinya. Ada baiknya gunakan kata-kata terlebih dahulu di tahap awal pembelajaran.

 

  1. Pahami Mood Anak Sebelum Memulai Proses Belajar

 

Memahami mood anak sebelum memulai belajar adalah hal wajib yang harus diperhatikan oleh para orangtua. Jangan sampai ketika sang anak sedang marah, lapar, lelah atau mengantuk kita ajak untuk belajar. Dalam kondisi seperti ini tentu anak akan sulit bahkan tidak mau untuk diajak belajar. Belajar yang menyenangkan akan sangat bergantung pada mood anak.

 

  1. Jangan Terlalu Lama Dalam Belajar

 

Proses belajar yang terlalu lama tentu akan terasa membosankan bagi anak, jadi sebaiknya ketika baru awal-awal memulai proses belajar cukuplah hanya sekitar 15 sampai 20 menit saja.

 

  1. Gunakan Metode atau Cara yang Menghibur

 

Metode yang menghibur tentu akan bisa menarik perhatian anak dan bahkan bisa menjadikan anak keranjingan belajar. Lalu metode apa saja yang bisa membuat proses belajar anak terasa menyenangkan? Setidaknya ada 6 metode yang akan saya bagikan dan bisa anda coba lakukan. Keenam metode tersebut sudah saya cantumkan setelah ini, jadi baca terus sampai selesai artikel ini yah!

 

  1. Usahakan Anak Membaca Setiap Hari

 

Agar anak bisa cepat membaca usahakan untuk mengajarinya setiap hari, jadi orangtua harus menyisihkan waktu untuk mengajari sang anak tiap harinya. Awalilah proses belajar dengan bacaan yang ringan, mudah dan menyenangkan untuk membentuk mood anak terlebih dahulu, misalnya dengan menggunakan cerita bergambar, baru setelahnya secara bertahap dilanjutkan dengan bacaan yang lebih kompleks.

 

  1. Berikan Pujian

 

Ketika sang anak mampu menyelesaikan tugas yang kita berikan, maka jangan pelit untuk memberikan pujian kepadanya, karena hal ini bisa mendorong dan membuat anak lebih semangat dalam belajarnya. Selain pujian dengan kata-kata, anda juga bisa sesekali memberinya hadiah asalkan tidak dilakukan secara sering. Namun ketika anak melakukan kesalahan jangan dimarahi, namun kita harus bisa mengarahkannya dengan sabar dan penuh kelembutan.

 

Cara Mengajari Anak Membaca Dengan Cepat Dan Mudah

 

Nah setelah anda memahami apa saja yang perlu dilakukan selama proses belajar supaya berjalan lancar dan menyenangkan, kini saatnya anda mengetahui metode atau cara apa saja yang bisa anda lakukan untuk mengajari anak membaca, dan berikut beberapa metode yang bisa anda coba praktekan :

 

  1. Mengajari Anak Membaca Menggunakan Metode Glenn Doman

 

Supaya anak bisa lebih mudah menangkap setiap pelajaran yang kita berikan, maka lebih baik kita mengajarinya dengan metode yang sederhana terlebih dahulu seperti dengan cara pengenalan kata-kata dan yang paling populer adalah dengan menggunakan sebuah metode bernama Glenn Doman. Dan berikut adalah info selengkapnya mengenai cara mengajari anak membaca menggunakan metode Glenn Doman :

 

Langkah 1 :

Kumpulkan beberapa kata sederhana yang dikelompokan menjadi 3 set kategori, kemudian tulis di dalam kertas karton atau yang lainnya dalam bentuk kartu. Misalnya untuk set pertama adalah kategori A, set kedua adalah kategori B dan set ketiga adalah kategori C.

 

Misalnya untuk set pertama berupa kata nama-nama anggota keluarga seperti ibu, ayah, kakak, adik dan yang lainnya. Set kedua berupa nama-nama binatang seperti ayam, kambing, kelinci, kucing atau yang lainnya. Sedangkan untuk set ketiga misal berupa nama-nama buah seperti apel, mangga, pisang, semangka atau yang lainnya.

 

Langkah 2 :

Setelah semua kartu sudah jadi dan disusun sesuai kategori, kemudian minta anak untuk mengambil kartu paling atas pada tumpukan kartu kategori A. Lalu anda bacakan pelan-pelan kata yang tercantum dan ajak sang anak untuk menirukannya.

 

Ingat dalam hal ini kita tidak perlu menjelaskan arti kata yang dibaca, namun cukup fokus pada pembacaan saja. Lakukan hal ini hanya sekitar 2 atau 3 detik saja, kemudian ambil kartu berikutnya dari belakang tumpukan dan selanjutnya lakukan persis seperti cara sebelumnya. Saat melakukan hal ini anda sebaiknya memperhatikan bagaimana ekspresi anak saat menirukan kata yang anda ucapkan, mana kata yang disukai dan mana yang kurang disukai.

 

 

Anda tidak perlu meminta anak untuk mengulang setiap kata yang sudah anak baca. Kalau sudah membaca lima kata, pelajaran anda hentikan dulu lalu anda peluk dan cium sang anak, berikan pujian padanya untuk mengungkapkan kekaguman anda terhadap anak yang mau belajar Cara Mengajari Anak Membaca.

 

Langkah 3 :

Pada hari pertama anda cukup memberinya kartu kategori A saja dan lakukan maksimal 3 kali. Pada hari kedua anda berikan kategori A sebanyak 3 kali dan kategori B sebanyak 3 kali juga. Untuk hari yang ketiga anda berikan tes semua kategorinya, misal kategori A diberikan 3 kali, kategori B 3 kali dan kategori C juga 3 kali. Untuk hari-hari selanjutnya maka dilakukan seperti pada hari ketiga.

 

Catatan :

Untuk hari ke-4 dan seterusnya setiap kata sebaiknya diulang sebanyak 14 sampai 24 kali, jika sudah lebih dari itu maka anda ubah kata-katanya dengan yang baru. Misalnya ketika sudah memasuki hari ke-6 anda ambil satu kata dari masing-masing kategori dan ganti dengan kata yang baru.

 

Ketika semua kata dalam satu kategori sudah selesai dibaca semuanya, maka susunannya anda acak kembali, ini bertujuan supaya anak tidak bisa menebak kata yang berurutan.

 

Jangan mengulangi kata yang sudah dibacakan, hal ini bertujuan supaya anda tidak keliru dalam menandai kata yang sudah dibaca. Penandaan ini juga dimaksudkan supaya anda tahu bahwa kata tersebut sudah dibaca berapa kali.

 

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan untuk para bunda dan juga saya, Jika anda menginginkan lebih banyak lagi tips dan ilmu mendidik anak mari ikut Kelas Online Parenting Islami, disana bunda akan mendapatkan banyak sekali ilmu tentang mendidik anak dan cara mengatasi masalaha masalah pada anak yang mungkin bunda belum tau Tips dan Triknya, Buruan Klik Link berikut Untuk mendapatkan Ilmu Lebih Lanjutnya Link Pendaftaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.