Efek Mental Anak Yang Sering Dibentak

efek anak sering dibentak – Dalam mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Tidak ada aturan baku yang seratus persen benar yang mengatakan bahwa dengan cara A atau cara B adalah cara yang paling benar atau paling akurat dalam mendidik buah hati.

 

Para orangtua pasti pernah merasa kesal atau marah karena ulah atau tingkah anak-anaknya. Biasanya langsung membentak dan efeknya efek anak sering dibentak. Sekali, dua kali kita lakukan akhirnya menjadi kebiasaan yang tanpa kita sadari membawa pengaruh buruk dalam perkembangan mental anak.

 

Sebelum pengaruh buruk tersebut lebih jauh mempengaruhi tumbuh kembang dan tertanam dalam pribadi anak, mari kita lihat beberapa dampak yang tidak baik dalam pola salah asuh kita sebagai orangtua dalam memarahi atau membentak anak.

efek anak sering dibentak sebenarnya sangat berdampak kepada mental si anak untuk itu pahami hal berikut

Memarahi atau membentak anak yang tidak patuh (nakal) berdampak :

 

  1. Membunuh Sel Otak

 

Sel otak seorang manusia mulai tumbuh dan berkembang saat usia 8 minggu dalam kandungan sampai usia 5 tahun. Di saat inilah, sekitar 90% masa perkembangan sel otak seorang manusia. Dalam tahapan perkembangannya, banyak faktor yang mempengaruhi sel otak, diantaranya : nutrisi yang merupakan asupan gizi, aktivitas, pengalaman, dan respon yang diterima. Nah, memarahi atau membentak termasuk salah satu dari respon yang diterima anak. Tentunya respon yang kurang baik bagi perkembangan sel otak dan juga mental si anak.

 

Menurut penelitian Lise Gliot, bentakan atau suara keras dapat membunuh milyaran sel otak yang sedang tumbuh. Sebenarnya hal yang sama juga berlaku untuk remaja ataupu orang dewasa. Hanya saja anak-anak akan mengalami kerusakan sel otak yang lebih parah. Ini dikarenakan anak merasa stres sehingga meningkatkan kadar hormon kortisol dalam darah yang dapat merusak fungsi otak.

 

  1. Jantung kelelahan

 

Suara bentakan atau memarahi dengan keras, membuat jantung anak panik, berdegup kencang, berdebar, berdetak lebih cepat sehingga kerja jantung menjadi berat. Dengan begitu membuat otot jantung kelelahan.

 

  1. Anak akan menjadi pribadi yang pemarah, ketus dan egois.

 

Dalam berinteraksi di lingkungan sosial, anak lebih memperlihatkan egonya, berteriak/memarahi temannya yang melakukan kesalahan atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai yang dikehendakinya. Anak merasa jika seseorang berbuat sesuatu yang salah atau tidak sesuai keinginannya, maka cara mengatasinya adalah dengan memarahi atau membentak orang tersebut, seperti yang orang dewasa lakukan padanya.

 

  1. Anak cenderung meniru dan melakukan hal yang sama.

 

Anak adalah cerminan orangtua. dalam lingkungan keluargalah, pertama kali anak akan belajar dan meniru apa yang orangtua lakukan, entah itu hal baik maupun buruk. Jika hal ini tertanam lama dalam benak sang anak, maka kelak dewasa pun setelah anak berumah tangga, ia akan mendidik keturunannya pula dengan cara yang sama.

 

  1. Anak cenderung menjadi pribadi yang penyendiri dan tertutup.

 

Orangtua yang seringkali memarahi atau membentak anak, tanpa disadari akan mendorong anak menarik/menutup diri, karena anak merasa enggan/takut/tidak nyaman untuk menyampaikan sesuatu yang menjadi beban atau uneg-unegnya. Sehingga jika tidak kita atasi maka komunikasi antara anak dan orangtua lambat laun akan terputus.

 

  1. Anak menjadi pribadi yang keras kepala dan suka memberontak.

 

Dalam lingkungan yang suka dimarahi dan dibentak, lama kelamaan membuat anak menjadi sosok yang tidak puas. Dalam arti anak merasa selalu disudutkan, disalahkan, sehingga untuk menunjukkan eksistensinya anak mulai memberontak dan menjadi keras kepala untuk mempertahankan dirinya dan juga mencari perhatian.

 

  1. Anak menjadi tidak percaya diri.

 

Anak yang merasa dirinya selalu salah dan dimarahi, akan membuat diri anak menjadi minder dilingkungan sosial. Anak merasa malu/takut untuk berbuat atau melakukan sesuatu karena dimatanya ia selalu salah, sehingga anak tidak memiliki keberanian dan tidak percaya diri akan kemampuan dirinya sendiri.

 

  1. Anak susah dalam bersikap

 

Dalam suatu keputusan anak cenderung bimbang/ragu dalam bersikap, karena anak takut melakukan kesalahan. Hal ini akan mengecilkan mental dan jiwa anak dalam bersaing dimasyarakat kelak dan dalam setiap pengambilan keputusan anak cenderung bergantung atau meminta bantuan orang lain.

 

  1. Anak tidak dapat menghargai/menghormati orang lain.

 

Anak yang tumbuh besar dalam lingkungan yang sering dimarahi/dibentak akan membuat anak menjadi pribadi yang acuh tak acuh. Anak menjadi tidak peduli dengan orang-orang atau lingkungan disekitarnya. Sehingga dalam berinteraksi dengan lingkungan anak cenderung tidak dapat menghargai/menghormati orang lain. efek anak sering dibentak

 

  1. Anak mudah depresi

 

Dengan memarahi atau membentak, anak akan merasa tertekan, sebab anak tidak bisa meluapkan emosinya dengan baik. Jika hal ini berlanjut, tentu saja dengan pertumbuhan jiwa yang tertekan anak akan mengalami depresi, sehingga perilaku anak makin bertambah buruk.

 

 

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan untuk para bunda dan juga saya, Jika anda menginginkan lebih banyak lagi tips dan ilmu mendidik anak mari ikut Kelas Online Parenting Islami, disana bunda akan mendapatkan banyak sekali ilmu tentang mendidik anak dan cara mengatasi masalaha masalah pada anak yang mungkin bunda belum tau Tips dan Triknya, Buruan Klik Link berikut Untuk mendapatkan Ilmu Lebih Lanjutnya Link Pendaftaran